Legenda Desa Baruh Panyambaran Sungai Balangan adalah jalur utama transportasi masyarkat, karena dulunya belum ada jalan menuju pehiliran atau daerah lain, hanya lewat sungailah mereka berpergian. Di sungai Balangan yang terletak di Desa Baruh Panyambaran ada suatu sungai yang dalam dan lebih luas dari yang lain dan terdapat ikan tapah yang selalu menyambar orang yang mencari ikan dan berlabuh lanting yang terbuat dari bambu/paring sehingga tempat itu diberi nama luuk tapah. Banyak masyarakat yang takut lewat jalur sungai karena ada ikan besar tersebut yang bisa menyambar/memakan.
Tersiar kabar seorang yang berperahu/berlabuh belanting yang terbuat dari batang bambu dari Hulu Sungai Balangan menuju Amuntai untuk menjual bambu. Pada saat itu dia sedang memasak dengan Kincing/Panci diatas lanting Bambu/paring, agar tidak terbakar bambunya maka dilapisi gedang atau batang pisang dan diberi kayu bakar di atasnya, sesampai di luuk Tapah (Pusaran Air) merendam Kincing atau Panci tersebut agar nasinya cepat dingin dan karak nasinya bisa diambil, tanpa sepengetahuan orang itu Kincingnya disambar ikan besar, maka bingunglah orang yang berlabuh lanting itu. Sejenak orang itu berdiam di luuk tersebut sambil memegang perut yang lapar karena nasi yang dimasak hilang, dan orang itu melihat –lihat panci yang bersisi nasi itu apakah telah terjatuh kesungai luuk tapah. Selang berapa lama seekor ikan tapah yang besar tubuhnya hampir 1 meter keluar dari air, dengan perut kebiruan, disaat itu orang tersebut yakin bahwa ikan tersebut menyambar Kincing/panci yang masih panas yang mengakibat ikan itu kepanasan dan mati. Sejak Peristiwa tersebut maka daerah ini dikenal dengan sebutan BARUH PANYAMBARAN.
Ada beberapa orang yang pernah menjabat menjadi kepala Desa Baruh Panyambaran/sebutan lainnya, diantaranya Antara lain:
- Lurah Koting menjadi kepala Desa Sejak tahun 1925 dan merupakan pemimpin Desa Baruh Panyambaran pertama yang diketahui oleh para tokoh-tokoh masyarakat terdahulu.
- Matnasir tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Muhammad Nasir tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Abdussamad tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Rasidi tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Aini tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Sahidi tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Kadir tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Suangal tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Saini/siganting tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Tindah tidak ingat massa mulai menjabat sampai berakhir kepemimpinannya.
- Bujal Nasir menjadi kepala Desa Sejak tahun 1964-1967
- Undun menjadi kepala Desa Sejak tahun 1967-1970
- Kaderi menjadi kepala Desa Sejak tahun 1970-1979 dan pembangunan yang dibangun sejak masa pemerintahan yaitu Bantuan Desa Mulai Muncul (Subsidi)
- Tukacil menjadi kepala Desa Sejak tahun 1979-1981
- Hasan menjadi kepala Desa Sejak tahun 1981-1982
- Ardiansyah menjadi kepala Desa Sejak tahun 1982-2001 Sejak beliau menjabat menjadi kepala Desa dibangun Madrasyah Tsanawiyah Al-Istiqamah 1984
- Supandi menjadi kepala Desa Sejak tahun 2001-2007 Sejak beliau menjabat menjadi kepala Desa dibangun Madrasyah Aliyah Al-Istiqamah dan Jalan PNPM
- Masyanu menjadi kepala Desa Sejak tahun 2007-2013 Dibangun Kantor Desa Baruh Panyambaran
- Fauzi menjadi kepala Desa Sejak tahun 2013-2019 Proyek Dana Desa Berupa JUT, Lapangan Bola, Ambulan Desa, Pengelolaaan Sampah, dan sarana Olahraga Lainnya
- Handiansyah menjadi kepala Desa Sejak tahun 2019-2027 Kepala Desa terpilih saat ini